Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Telkom Bangun Broadband Rp 21 Triliun

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Telkom mengalokasikan dana Rp 21,198 triliun untuk membangun infrastruktur jaringan pita lebar (broadband) yang menghubungkan akses pelanggan hingga ke rumah-rumah (home pass) dengan kecepatan 20 Mbps hingga 100 Mbps.

"Pengerjaan Telkom True Broadband Access dijadwalkan mulai 2011 hingga 2015, dan saat ini sudah mulai dikerjakan," kata Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, di Grha Citra Caraka, Jakarta, Senin (30/5/2011).

Program pembangunan broadband ini dilakukan Telkom untuk mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 27 Mei 2011 lalu.

"Telkom True Broadband Access diharapkan membantu percepatan pengembangan Enam Koridor Ekonomi Nasional, khususnya membantu pembangunan pusat-pusat pertumbuhan di setiap koridor ekonomi," jelas Rinaldi.

Enam Koridor Ekonomi yang telah ditetapkan, yakni Koridor Ekonomi 1 Sumatera, Koridor Ekonomi 2 Jawa, Koridor Ekonomi 3 Kalimantan, Koridor Ekonomi 4 Sulawesi dan Maluku Utara, Koridor Ekonomi 5 Bali dan Nusa Tenggara serta Koridor Ekonomi 6 Papua dan Maluku.

"Hingga 2015, Telkom secara bertahap akan menggelar infrastruktur true broadband setidaknya meliputi 497 kota/kabupaten dengan target 13 juta homepass dengan investasi dari dana internal sekitar Rp 21,198 triliun," tandas Rinald.


sumber

noreply@blogger.com (Green) 05 Jun, 2011


--
Source: http://menujuhijau.blogspot.com/2011/06/telkom-bangun-broadband-rp-21-triliun.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Posting Komentar untuk "Telkom Bangun Broadband Rp 21 Triliun"